Puisi Islami

Kumpulan Puisi Islami Lengkap

Select Menu
  • Home
  • Blogging
    • Tutorial Blogspot
    • CSS
    • jQuery
    • Widget
  • Tools
    • Font Awesome
    • HTML Editor
    • HTML Encrypter
    • Code Color
    • Responsive Cek
  • Sitemap
  • Static Page
  • Error Page
Home » Kisah Pahlawan Islam » Tuanku Tambusai Mengislamkan Batak

Selasa, 05 Juli 2011

Tuanku Tambusai Mengislamkan Batak

Unknown
Add Comment
Kisah Pahlawan Islam
Selasa, 05 Juli 2011
Tuanku Tambusai asalah salah seorang ulama yang berjuang mengislamkan masyarakat Batak. Gaya bahasanya yang santun, adab dan kepribadiannya yang lembut membuatnya mudah diterima oleh masyarakat kala itu.
Kelahiran Tuanku Tambusai.
Beliau lahir di Dalu-dalu, nagari Tambusai, Rokan Hulu, Riau pada 5 November 1784. Beliau sejak kecil hingga remaja tinggal di sebuah desa yang sebagian besar dihuni para pedagang Minangkabau, lokasinya berada di tepi Sungai Sosak, anak Rokan.

Beliau memiliki nama kecil Muhammad Saleh, anak dari pasangan Ibrahim dan Munah.
Ayahnya seorang ulama besar di Tambusai, Riau. Sewaktu kecil Muhammad Saleh telah diajarkan ayahnya ilmu bela diri, termasuk ketangkasan menunggang kuda dan tata cara bernegara.

Belajar Agama Islam.
Untuk memperdalam ilmu agama, Tuanku Tambusai pergi belajar ke Bonjol dan Rao di Sumatera Barat. Di sana Beliau banyak belajar dengan ulama-ulama Islam yang berpaham Paderi, hingga dia mendapatkan fakih, artinya seorang ahli fikih yang luas pengetahuan hukum Islamnya.

Ajaran Paderi begitu melekat pada dirinya, karena dianggap sebagai permurnian terhadap ajaran-ajaran islam yang selama ini telah diselewengkan. Semangatnya memperdalam ajaran agama begitu besar, hingga kemudian hari ajaran itu disebarkan pula di tanah kelahirannya, yaitu Tambusai.
Di sini ajarannya dengan cepat diterima oleh masyarakat sehingga banyak yang menjadi pengikutnya.
Semangatnya untuk menyebarkan dan melakukan pemurnian islam mengantarkannya untuk mengislamkan masyarakat di tanah Batak yang masih banyak menganut Pelbegu, yaitu agama nenek moyang.


Dakwah Islam.
Upaya untuk mengislamkan masyartakat Batak berhasil dengan sukses. Orang-orang Batak yang awalnya sulit memeluk agama Islam akhirnya banyak yang masuk islam, padahal masyarakat Batak karakteristiknya keras dan sulit diatur. Tetapi berkat strategi dakwah yang santun akhirnya msayarakat Batak banyak yang bersedia masuk Islam.

Orang-orang Batak yang beragama Islam adalah hasil dakwah dari Tuanku Tambusai, sedangkan yang beragama kristen itu adalah pengikut dan bekas kaki tangan Belanda.
Meski demikian kedua agama itu saling hidup rukun sebagai rakyat Batak yang mencintai tanah kelahirannya.

Tuanku Tambusai Membantu Tuanku Imam Bonjol.
Di tengah-tengah Beliau berdakwah, terdengar kabar bahwa Tuanku Imam Bonjol memimpin perang melawan Belanda. Tuanku Tambusai tidak tinggal diam begitu saja, kemudian Beliau ikut berperaang melwan tentara Belanda dengan perjuangannya di mulai di daerah Rokan Hulu dan sekitarnya dengan pusat di Benteng Dalu-dalu.

Kemudian Beliau melanjutkan perlawanan ke wilayah Natal pada tahun 1823, dan tahun depannya beliau memimpin pasukan gabungan Dalu-dalu, Lubuksikaping, Padanglawas, Angkola, Mandailing dan Natal untuk melawan Belanda.
Dia menjadi pemimpin Paderi pada tahun 1832, setelah Belanda mengangkat Tuanku Mudo menjadi regent Bonjol.

Dalam kurun waktu 15 tahun, Tuanku Tambusai cukup merepotkan pasukan Belanda sehingga sering meminta bantuan pasukan dari Batavia. Berkat kecerdikannya, benteng Belanda Fort Amerongen dapat dihancurkan.

Bonjol yang jatuh ke tangan Belanda dapat direbut kembali walupun tidak bertahan lama. Tuanku Tambusai tidak saja menghadapi Belanda, tetapi juga sekaligus pasukan Raja Gedombang (regent Mandailing) dan Tumenggung Kartorejo yang berpihak pada Belanda.
Oleh Belanda, Beliau diberi gelar "De Padrische Tijger Van Rokan" yang artnya Harimau Paderi dari Rokan. Gelar ini diberikan karena Belanda merasa kesulitan untuk menaklukkan Tuanku Tambusai.

Tuanku Tambusai Diangkat Sebagai Pahlawan.
Keteguhan sikapnya diperlihatkan dengan menolak ajakan Kolonel Elaout untuk berdamai.
Pada tanggal 28 Desember 1838, Benteng Dalu-dalu jatuh ke tangan Belanda dan Tuanku Tambusai berhasil lolos melalui pintu rahasia. Ia mengungsi dan wafat di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia pada tanggal 12 November 1882 pada usia 98 tahun.
Karena jasa-jasanya dalam menentang penjajahan Hindia Belanda, pada tahun 1995 pemrintah Indonesia mengangkat Beliau sebagai Pahlawan Nasional.
Suka Artikel? Bagikan: Facebook Twitter Google+

0 Comments

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Entri Populer

  • Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Assalamu'alaikum wr wb. Kisah yang sangat mengharukan, dijamin akan meneteslah semua air mata bagi siapa saja yang membacanya. Bukan saj...
  • Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Hal itulah yang diterima oleh Mansyur karena menelantarkan anak serta istrinya demi perempuan lain da...
  • Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Seorang muslim yang kaya raya tidak jadi memperoleh dua istana yang cantik karena menolak bersedekah. Lantas dua istana itu diberikan kepada...
  • Mati Khusnul Khatimah Berkat Anjing
    Mati Khusnul Khatimah Berkat Anjing
    Kisah Islamiah kali ini tentang tobatnya seorang pembunuh, hingga dia mati khusnul khatimah karena jasa baiknya dengan menolong seekor anjin...
  • Tobatnya Pembunuh Paman Nabi
    Tobatnya Pembunuh Paman Nabi
    Kisah Islamiah malam ini tentang kisah tobatnya Wasyi yang telah membunuh paman Nabi yang bernama Hamzah . Karena terhasut akan paksaan kaum...
  • Pohon Kurma Surga sebagai Gantinya
    Pohon Kurma Surga sebagai Gantinya
    Kisah islami Teladan kali tentang kisah sahabat. Ada sahabat yang sangat kaya raya serta memiliki banyak pohon kurma. Sementara itu, tetangg...
  • Kisah Malaikat Seribu Tangan
    Kisah Malaikat Seribu Tangan
    Assalamu'alaikum wr wb. Kisah dialog singkat ini memberitahukan kepada kita semua bahwa begitu besarnya pahala membaca shalawat nabi, se...
  • Tobat Berkat Sebutir Kurma
    Tobat Berkat Sebutir Kurma
    Kisah Islamiah kali ini akan menghadirkan kisah tobat. Gara-gara sebutir kurma, amalan ibadah yang dialkukan oleh Ibrahim bin Adham tertola...
  • Kisah 70 Orang Mati Hidup Lagi
    Kisah 70 Orang Mati Hidup Lagi
    Kisah Islamiah kali ini akan menceritakan kisah tentang 70 orang yang sudah mati, namun kemudian hidup lagi. Kisah ini diambil dari ayat Al...
  • Pohon Tumbuh dari Batu
    Pohon Tumbuh dari Batu
    Atas tantangan petinggi Quraisy untuk menunjukkan mukjizat, Rasulullah SAW mampu membelah batu dan keluarlah pohon besar dari tengah-tengah ...

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan
Copyright 2014 Puisi Islami - All Rights Reserved
Template By Jenny Psychicfio