Puisi Islami

Kumpulan Puisi Islami Lengkap

Select Menu
  • Home
  • Blogging
    • Tutorial Blogspot
    • CSS
    • jQuery
    • Widget
  • Tools
    • Font Awesome
    • HTML Editor
    • HTML Encrypter
    • Code Color
    • Responsive Cek
  • Sitemap
  • Static Page
  • Error Page
Home » Kisah Sahabat » Kisah Pemuda Sedekah Seluruh Harta

Kamis, 18 Agustus 2011

Kisah Pemuda Sedekah Seluruh Harta

Unknown
Add Comment
Kisah Sahabat
Kamis, 18 Agustus 2011
Subhanallah...
Sungguh luar biasa yang telah terjadi.
Karena mendengar lantunan ayat Al Qur'an, seorang pemuda akhirnya menyerahkan semua hartanya dan ia berjanji hidup di jalan Allah untuk meraih surga. Bidadari surga pun telah menantinya sebelum dia wafat.


Kisahnya.
Pada suatu hari, Al Yafi'i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, seorang ulama besar mengatakan kepada santri-santrinya ketika dirinya akan bersiap-siap hendak berangkat jihad. Ia meminta ke beberapa temannya untuk melantunkan ayat suci Al Qur'an,
"Wahai sahabat, tolonglah bacakan sebuah ayat suci Al Qur'an," pinta Abdul Wahid panggilan akrab ulama ini.

Permintaan sang ulama ini membuat orang-orang yang akan pergi menuju medan perang diam sejenak. Namun ada salah seorang laki-laki setengah baya tampil ke depan. Kemudian laki-laki yang berbaju putih itu membaca Surat At Taubah ayat 111,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.

Setelah ayat tersebut dilantunkan, semua yang hadir tidak bisa bicara. Mereka merenungkan bunyi ayat suci tersebut. Kemudian, ada seorang anak muda berusia sekitar 15 tahun, bangkit dari tempat duduknya. Pemuda ini baru saja mendapat warisan yang cukup banyak dari orang tuanya, apalagi ia adalah anak tunggal.
Pemuda ini bernama Mahmud, yang mendapat wairsan karena beberapa hari yang lalu ayahnya baru saja meninggal dunia.

Setelah berdiri, pemuda iniberkata,
"Wahai Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga?"
Mendapat pertanyaan dari seorang pemuda yang muda belia ini, Wahid geleng-geleng kepala hampir tidak percaya. Lalu Wahid menjawab,
"Ya, benar, anak muda."
Jawaban dari Wahid ini membuat pemuda ini senang,
"Kalau begitu, saksikanlah, diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan surga."

Berperang.
Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan agama Islam. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak diberikan untuk diamalkan. Dalam perjalanan ke medan perang, pemuda ini diperhatikan oleh Wahid. Pada siang hari, ia rajin berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah.
"Pemuda ini selalu melakukan shalat malam, dia juga rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan, serta sering menjaga kami bila sedang tidur," tutur Wahid pelan.

Ketika sampai di daerah Romawi dan ketika Wahid sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba anak muda itu maju ke depan dan berteriak,
"Wahai, sahabatku, mari kita maju menghadapi musuh. Aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah."
Wahid menduga, pemuda ini mulai ragu dan pikirannya kacau. Ia kasihan sekali, karena itulah ia mendekatinya,
"Siapakah Ainul Mardiyah itu?" tanya Wahid.
Nampaknyta pemuda itu menjawab dengan tenangnya,
"Tadi ketika aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata,
"Pergilah kepada Ainul Mardiyah."

Kemudian ia meneruskan perkataannya,
"Ia juga mengajakku memasuki taman yang dibawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan di pinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah.

Manakala melihat kedatanganku, mereka bergembira seraya berkata,
"Inilah suami Ainul Mardiyah."

Bidadari cantik.
Bidarari-bidadari nampaknya senang sekali bertemu dengan Mahmud, ternyata bidadari itu adalah pembantu Ainul Mardiyah. Bidadari pembantu itu menyuruh Mahmud meneruskan langkahnya. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam,
"Hai Ainul Mardiyah, ini suamimu datang."

Perkataan bidadari itulah yang membuat hatiku berdebar-debar. Setelah itu, aku mendekati pintu yang di dalam ruangan itu ada wanita yang bernama Ainul Mardiyah. Lalu aku memberi salam kepadanya. Setelah menjawab salam, aku dipersilahkan masuk. Aku lihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut.

Kemudian aku dekati dia. Tapi Ainul Mardiyah itu menyuruh untuk tidak mendekat. Waktu mendekat, dia berkata,
"Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu."


Mahmud melanjutkankisah mimpinya,
"Lalu aku terbangun. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama."

Belum lagi percakapan mereka selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri dari sembilan orang menyerbu. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Anak muda ini bagaikan singa kelaparan. Ia menerjang musuh dengan gagah beraninya sambil mengucap takbir tiga kali,  
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar."

Selesai pertempuran, anak muda itu terlihat penuh luka di tubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia.
Suka Artikel? Bagikan: Facebook Twitter Google+

0 Comments

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Entri Populer

  • Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Assalamu'alaikum wr wb. Kisah yang sangat mengharukan, dijamin akan meneteslah semua air mata bagi siapa saja yang membacanya. Bukan saj...
  • Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Hal itulah yang diterima oleh Mansyur karena menelantarkan anak serta istrinya demi perempuan lain da...
  • Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Seorang muslim yang kaya raya tidak jadi memperoleh dua istana yang cantik karena menolak bersedekah. Lantas dua istana itu diberikan kepada...
  • Mati Khusnul Khatimah Berkat Anjing
    Mati Khusnul Khatimah Berkat Anjing
    Kisah Islamiah kali ini tentang tobatnya seorang pembunuh, hingga dia mati khusnul khatimah karena jasa baiknya dengan menolong seekor anjin...
  • Tobatnya Pembunuh Paman Nabi
    Tobatnya Pembunuh Paman Nabi
    Kisah Islamiah malam ini tentang kisah tobatnya Wasyi yang telah membunuh paman Nabi yang bernama Hamzah . Karena terhasut akan paksaan kaum...
  • Pohon Kurma Surga sebagai Gantinya
    Pohon Kurma Surga sebagai Gantinya
    Kisah islami Teladan kali tentang kisah sahabat. Ada sahabat yang sangat kaya raya serta memiliki banyak pohon kurma. Sementara itu, tetangg...
  • Pohon Tumbuh dari Batu
    Pohon Tumbuh dari Batu
    Atas tantangan petinggi Quraisy untuk menunjukkan mukjizat, Rasulullah SAW mampu membelah batu dan keluarlah pohon besar dari tengah-tengah ...
  • Tobat Sehari Hapus Dosa 40 Tahun
    Tobat Sehari Hapus Dosa 40 Tahun
    Pada suatu ketika di daerah yang dihuni Bani Israil tidak turun hujan cukup lama. Penyebabnya adalah karena ada salah seorang dari kaum itu ...
  • Siasat Iblis Menipu Anak Nabi
    Siasat Iblis Menipu Anak Nabi
    Kisah Islamiah hadir kembali dan Alhamdulilah kali ini bisa bercerita tentang anak Nabi yang ditipu oleh si Iblis Laknatullah. Kisah ini dip...
  • Melihat Pahala Saat Sakaratul Maut
    Melihat Pahala Saat Sakaratul Maut
    Pahala dari apa yang kita perbuat ternyata akan diperlihatkan juga saat sakaratul maut . Begitu juga yang dialami oleh seorang sahabat Rasul...

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan
Copyright 2014 Puisi Islami - All Rights Reserved
Template By Jenny Psychicfio