Puisi Islami

Kumpulan Puisi Islami Lengkap

Select Menu
  • Home
  • Blogging
    • Tutorial Blogspot
    • CSS
    • jQuery
    • Widget
  • Tools
    • Font Awesome
    • HTML Editor
    • HTML Encrypter
    • Code Color
    • Responsive Cek
  • Sitemap
  • Static Page
  • Error Page
Home » Kisah Sahabat » Tetap Bersyukur Meski Kaki Diamputasi

Jumat, 04 November 2011

Tetap Bersyukur Meski Kaki Diamputasi

Unknown
Add Comment
Kisah Sahabat
Jumat, 04 November 2011
Walaupun harus kehilangan satu kaki dan satu anak, namun Urwah tetap sabar. Bahkan ia malah bersyukur karena Allah SWT masih menyisakan satu kaki dan anak-anaknya yang lain.
Subhanallah, kesabarannya ini tentu patut diteladani.

Abu Abdillah atau Urwah bin Zubair bin Al Awwam adalah diantara sederert tabiin yang memiliki kucuran mata air hikmah untuk generasi umat sesudah beliau. Beliau ini merupakan Murid dari Siti Aisyah dan merupakan cucu dari Abu Bakar Ash-Shiddiq as.
Adik dari Abdullah bin Zubair telah memberikan pelajaran tentang nilai sebuah kesabaran.

Kisahnya.
Pada suatu hari, cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq mendapat tugas untuk menemui Khalifah Al Wahid bin Abdul Malik di ibukota kekhalifahan, Damaskus di negeri Syam. Bersama dengan rombongan, Urwah akan menempuh perjalanan dari Madinah menuju Damaskus yang saat ini menjadi negara Yordania.

Ketika melewati Wadil Qura, sebuah daerah yang belum jauh dari Madinah, telapak kaki kiri beliau terluka. Tabiin yang lahir pada tahun 23 Hijriyah ini menganggap lukanya hanya biasa saja. Namun ternyata luka tersebut bernanah dan terus menjalar ke bagian atas tubuh Urwah.
Setibanya di istana Al Walid, luka di kaki kiri Urwah tersebut sudah mulai membusuk hinga ke betis. Urwah pun mendapatkan pertolongan dai Khalifah Al Walid yang memerintahkan sejumlah dokter untuk memberikan perawatan.

Luka di kaki.
Setelah melalui beberapa pemeriksaan, para dokter yang memeriksa salah seorang murid dariAisyah binti Abu Bakar ini mempunyai satu kesimpulan. Kaki kiri Urwah harus diamputasi agar luka yang membusuk tidak terus menjalar ke tubuh. Urwah menerima keputusan tim dokter ini dan dimulailah operasi amputasi. Seorang dokter menyuguhkan Urwah semacam obat bius agar operasi amputasi tidak terasa sakit. Saat itu, Urwah menoak dengan halus.

Beliau mengatakan,
"Aku tidak akan meminum suatu obat yang menghilangkan akal sehatku sehingga aku tidak lagi mengenal Allah, walaupun hanya sesaat."
Mendengar ucapan Urwah itu, tim dokter pun menjadi ragu untuk melakukan amputasi. Saat itu juga, Urwah mengatakan,
"Silahkan kalian potong kakiku. Selama kalian melakukan operasi, aku akan shalat agar sakitnya tidak sampai kurasakan."



Melihat hal itu, KhalifahAl Walid menghampiri Urwah yang masih terbaring. Ia mencoba menghiburnya.Tapi dengan penuh senyum Urwah berkata,
'Ya Allah, segala puji hnaya untuk-Mu. Sebeum ini, aku memiliki dua kaki dan dua tangan, ekmudian Engkau ambil satu. Alhamdulillah, Engkau masih menyisakan yanglain. Dan walaupun Engkau telah memberikan musiabh kepadaku, namun msa sehatku masih lebih panjang dari hari-hari sakitku ini. Segala Puji hanya untuk-Mu atas apa yang telah Engkau ambil dan atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku dari masa sehat."

Putra Kesayangan Meninggal.
Mendengar hal itu, Khalifah Al Walid berkata,
"Belum pernah sekalipun aku melihat seorang tokoh yang kesabarannya seperti dia."

Beberapa saat setelah itu, tim dokter memperlihatkan potongan kaki yang telah diamputasi itu kepada Urwah. Melihat potongan kakinya, beliau berkata,
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, tidak pernah sekalipun aku melangkahkan kakiku ini ke arah kemaksiatan."

Ujian yang Allah SWT berikan kepada Urwah tidak hanya sampai di situ saja.
Malam itu juga, bersamaan dengan telah selesainya operasi pemotongan kaki, Urwah mendapat kabar bahwa salah seorang putra beliau yang bernama Muhammad, putra kesayangannya telah meninggal dunia. Muhammad meninggal karena sebuah kecelakaan, ditendang oleh kuda saat sedang bermain-main di dalam kandang.

Dalam keheninan malam itu, Urwah berucap pada dirinya,
"Segala Puji hanya milik Allah SWT, dahulu aku memiliki tujuh orang anak, kemudian Engkau ambil satu dan masih Engkau sisakan enam.Walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku, hari-hari sehatku masih lebih panjang dari masa pembaringan ini."

Sungguh sangat tabah Sahabat Urwah bin Zubair ini.
Tak bisa membayangkan bagaimana rasanya kalau kita diamputasi namun tidak diberi obat bius, pastilah akan menjerit kesakitan. Tapi bagi sahabat Urwah ini, beliau malah menolak untuk dibius dalam proses operasi.
Suka Artikel? Bagikan: Facebook Twitter Google+

0 Comments

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Entri Populer

  • Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Assalamu'alaikum wr wb. Kisah yang sangat mengharukan, dijamin akan meneteslah semua air mata bagi siapa saja yang membacanya. Bukan saj...
  • Pohon Tumbuh dari Batu
    Pohon Tumbuh dari Batu
    Atas tantangan petinggi Quraisy untuk menunjukkan mukjizat, Rasulullah SAW mampu membelah batu dan keluarlah pohon besar dari tengah-tengah ...
  • Tobat Sehari Hapus Dosa 40 Tahun
    Tobat Sehari Hapus Dosa 40 Tahun
    Pada suatu ketika di daerah yang dihuni Bani Israil tidak turun hujan cukup lama. Penyebabnya adalah karena ada salah seorang dari kaum itu ...
  • Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Seorang muslim yang kaya raya tidak jadi memperoleh dua istana yang cantik karena menolak bersedekah. Lantas dua istana itu diberikan kepada...
  • Siasat Iblis Menipu Anak Nabi
    Siasat Iblis Menipu Anak Nabi
    Kisah Islamiah hadir kembali dan Alhamdulilah kali ini bisa bercerita tentang anak Nabi yang ditipu oleh si Iblis Laknatullah. Kisah ini dip...
  • Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Hal itulah yang diterima oleh Mansyur karena menelantarkan anak serta istrinya demi perempuan lain da...
  • Makam Menjadi Istana
    Makam Menjadi Istana
    Kisah islami teladan yang kesekian kalinya tentang ahli kubur yang memiliki istana megah karena di masa hdupnya telah menjadikan rumahnya s...
  • Tundukkan Sungai Nil Dengan Surat
    Tundukkan Sungai Nil Dengan Surat
    Khalifah Umar bin Khattab memiliki banyak sekali karomah . Salah satunya adalah menaklukkan sungai Nil yang pada saat itu dikatakan selalu...
  • Jeritan Iblis Saat Sakaratul Maut
    Jeritan Iblis Saat Sakaratul Maut
    Kisah Islamiah hadir kembali dengan kisah Jin , dengan Iblis sebagai pokok pembicaraan. Saat kiamat nanti, semua yang hidup akan mati, tida...
  • Melihat Pahala Saat Sakaratul Maut
    Melihat Pahala Saat Sakaratul Maut
    Pahala dari apa yang kita perbuat ternyata akan diperlihatkan juga saat sakaratul maut . Begitu juga yang dialami oleh seorang sahabat Rasul...

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan
Copyright 2014 Puisi Islami - All Rights Reserved
Template By Jenny Psychicfio