Puisi Islami

Kumpulan Puisi Islami Lengkap

Select Menu
  • Home
  • Blogging
    • Tutorial Blogspot
    • CSS
    • jQuery
    • Widget
  • Tools
    • Font Awesome
    • HTML Editor
    • HTML Encrypter
    • Code Color
    • Responsive Cek
  • Sitemap
  • Static Page
  • Error Page
Home » Kisah Jin » Kisah Nabi » Islamnya Jin Berjubah Hijau

Kamis, 08 Desember 2011

Islamnya Jin Berjubah Hijau

Unknown
Add Comment
Kisah Jin, Kisah Nabi
Kamis, 08 Desember 2011
Kisah islamiah siang setelah Shalat Jumat ini tentang pengakuan jin berjubah hijau.
Jin berjubah hijau ini telah mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW dan telah masuk islam sejak Nabi Nuh as.
Wow lama sekali usia dari jin berjubah hijau ini.


Kisahnya.
Rintangan yang dihadapi oleh Rasulullah SAW untuk menyiarkan islam selalu saja mendapat halangan dari kaum kafir Quraisy.
Dan kali ini kaum kafir Quraisy menantangnya dengan berhala.

Di tempat yang telah ditentukan, berkumpullah kaum kaum kafir Quraisy dengan membawa berhalanya di suatu pegunungan yang bernama Abu Quba'is. Mereka berencana akan mempermalukan Rasulullah SAW.

Sementara itu, Rasulullah SAW ditemani oleh sahabatnya yang bernama Abdullah bin Mas'ud. Di tengah perjalanan, beliau dikejutkan oleh ucapan salam seorang penunggang kuda yang berjubah hijau.

Jin Berjubah Hijau.
Setelah menjawab salamnya, Rasulullah SAW bertanya,
"Wahaipenunggang kuda, siapakah engkau ini? Aku heran dengan salam yang engkau ucapkan."
"Aku adalah keturunan jin. Namaku adalah Muhair bin Habbar dan masuk islam sejak zaman Nabi Nuh as. Tempat tinggalku di Gunung Thursina. Setelah lama pergi mengembara, aku pulang dan mendapati istriku sedang menangis. Ketika aku tanya, katanya ia bersedih karena setan Musfir telah menghasut kaum kafir Quraisy dan mendustakan engkau Wahai Nabiyullah," jawab Jin berjubah itu.

"Dari itu, aku mencari Musfir dan aku dapatkan ia sedang berada diantara bukit Shafa dan Marwah. Aku berkelahi dengannya dan aku berhasil membunuhnya. Tubuhnya yang seperti anjing itu, aku pecahkan kepalanya. Dan ini (sambil menunjukkan telapak tangannya) bekas lumuran darah dari kepalanya," jelas lebih lanjut Jin penunggang kuda itu.

Mendengar penuturan jin berjubah hijau itu, Rasulullah SAW berdoa untuk kebaikannya.
Si jubah hijau mengamini dan berkata,
"Wahai Rasululah SAW, sekarang apa yang harus aku perbuat? Bolehkah aku merasuk ke dalam tubuh salah satu patung itu kemudian bersaksi atas kerasulanmu agar mereka menjadi sadar?"
"Jika demi kebaikan, silahkan," jawab Rasulullah SAW.


Berhala Bersaksi.
Rasulullah SAW bersama sahabatnya melangkah melanjutkan perjalanan. Sesampainya di tanah lapang, masyarakat Quraisy telah berkumpul dengan patung berhalanya masing-masing. Setelah sekian lama mereka menyembah patung dengan khusyuknya, maka terdengarlah suara lantang dari salah satu berhala itu.

"Wahai penduduk Makkah, ketahuilah bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Maka segala yang disampaikan adalah hak. Sedangkan penyembahan kalian kepada patung-patung berhala ini adalah bathil. Sekiranya kalian membenarkan dan mengimani dakwah Muhammad SAW, niscaya kalian akan masuk surga. Sebaliknya, jika kalian mendustakan dan tetap menyembah berhala, niscaya tempat kembali kalian adalah Jahannam dan disiksa selamanya," kata yang keluar dari salah satu patung itu.

Alangkah terkejutnya semua yang hadir. Semuanya terdiam dengan kesadarannya masing-masing. Sebagian terdiam penuh sesal dan memendam amarah.
Namun, tak sedikit pula yang bangkit kesadarannya dan mendapathidayah dari Allah SWT.

Mereka yang sadar lantas bertobat dan mereka meninggalkan berhala-berhalanya dan mengimani dakwah Rasulullah SAW.

Dalam acara tersebut, tampak Abu Jahal yang meluap-luap marahnya. Ia langsung saja melompat ke depan, menerjang orang-orang yang di depannya, kemudian menggulingkan berhala yang bisa berbicara itu. Berhala itu dibantingnya, dipukulinya hingga hancur berkeping-keping. Belum puas dengan itu semua, ABu Jahal meludahinya berkali-kali sambil menginjak-injak serpihan pecahan berhala itu.
(Katanya disembah kok diludahi segala oleh Abu Jahal).

Sementara itu, Rasulullah SAW tampak sedang bersyukur memuji Allah Yang Maha Kuasa karena dakwahnya telah mulai membuahkan hasil.
(Maaf kalau ada yang salah kosakata, maklum belum diedit).
Suka Artikel? Bagikan: Facebook Twitter Google+

0 Comments

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Entri Populer

  • Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
    Assalamu'alaikum wr wb. Kisah yang sangat mengharukan, dijamin akan meneteslah semua air mata bagi siapa saja yang membacanya. Bukan saj...
  • Pohon Tumbuh dari Batu
    Pohon Tumbuh dari Batu
    Atas tantangan petinggi Quraisy untuk menunjukkan mukjizat, Rasulullah SAW mampu membelah batu dan keluarlah pohon besar dari tengah-tengah ...
  • Tobat Sehari Hapus Dosa 40 Tahun
    Tobat Sehari Hapus Dosa 40 Tahun
    Pada suatu ketika di daerah yang dihuni Bani Israil tidak turun hujan cukup lama. Penyebabnya adalah karena ada salah seorang dari kaum itu ...
  • Makam Menjadi Istana
    Makam Menjadi Istana
    Kisah islami teladan yang kesekian kalinya tentang ahli kubur yang memiliki istana megah karena di masa hdupnya telah menjadikan rumahnya s...
  • Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah
    Seorang muslim yang kaya raya tidak jadi memperoleh dua istana yang cantik karena menolak bersedekah. Lantas dua istana itu diberikan kepada...
  • Siasat Iblis Menipu Anak Nabi
    Siasat Iblis Menipu Anak Nabi
    Kisah Islamiah hadir kembali dan Alhamdulilah kali ini bisa bercerita tentang anak Nabi yang ditipu oleh si Iblis Laknatullah. Kisah ini dip...
  • Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Diazab Gila Karena Menelantarkan Keluarga
    Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Hal itulah yang diterima oleh Mansyur karena menelantarkan anak serta istrinya demi perempuan lain da...
  • Melihat Pahala Saat Sakaratul Maut
    Melihat Pahala Saat Sakaratul Maut
    Pahala dari apa yang kita perbuat ternyata akan diperlihatkan juga saat sakaratul maut . Begitu juga yang dialami oleh seorang sahabat Rasul...
  • Tundukkan Sungai Nil Dengan Surat
    Tundukkan Sungai Nil Dengan Surat
    Khalifah Umar bin Khattab memiliki banyak sekali karomah . Salah satunya adalah menaklukkan sungai Nil yang pada saat itu dikatakan selalu...
  • Dialog Raja dan Malaikat Maut
    Dialog Raja dan Malaikat Maut
    Sahabat Yazid Arruqasyu meriwayatkan, pada masa Bani Israil ada seorang penguasa zalim . Dalam berkuasa, raja tersebut menindas rakyat dan ...

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan

Labels

  • Ahli Kubur
  • Kisah Jin
  • Kisah Karomah
  • Kisah Malaikat
  • Kisah Nabi
  • Kisah Pahlawan Islam
  • Kisah Sahabat
  • Kisah Tobat
  • Mimpi Rasul
  • Mukjizat
  • Sakaratul Maut
  • Selayang Pandang
  • Sufi
  • Walisanga
  • Wanita Teladan
Copyright 2014 Puisi Islami - All Rights Reserved
Template By Jenny Psychicfio